Minggu, 29 Mei 2011

Mentari di Ufuk Sukma

(Amir Tjolleng)
 
Kuterhanyut dalam lautan tak bertepi
Tenggelam, terpaut oleh buih-buih rana
Batinku membuncah, merambah daratan
Ingin menghias rindu
Rindu semburat sinar penyejuk batin yang tertindih
Karam sinar-sinar suci itu di ingatan

Hangat pancaran mentari pada impian kata bermakna
Menghias sukmaku bak berlian bertahta agung
Mengharum wangi sepanjang langkah
Bintang terang masa datang

Kini,
Pupuslah redup, teranglah asa
Kala mentari singgah di ufuk sukma

                                                                                   
                                                                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar