Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan banyak persoalan matematik yang tidak dapat diselesaikan dengan cara yang formal atau konvensional, yaitu menggunakan rumus-rumus yang sudah baku, misalnya persoalan mengenai proses untuk menentukan akar-akar dari suatu persamaan polinomial. Cara formal tersebut disebut juga metode analitik. Dengan metode analitik, kita memperoleh solusi eksak (tingkat kesalahannya nol). Nama lain untuk solusi eksak adalah solusi sejati atau solusi sebenarnya. Tetapi, metode analitik hanya unggul untuk sejumlah persoalan yang terbatas saja. Masalahnya persoalan yang muncul dalam dunia nyata sering melibatkan bentuk dan proses yang rumit. Akibatnya sulit untuk diselesaikan secara analitik.
Kamis, 06 Oktober 2011
Deret Fourier dalam Persamaan Diferensial Parsial (PDP)
Pengantar Kalkulus Diferensial
Kalkulus diferensial adalah salah satu cabang kalkulus dalam matematika yang mempelajari bagaimana nilai suatu fungsi berubah menurut perubahan input nilainya. Topik utama dalam pembelajaran kalkulus diferensial adalah turunan. Turunan dari suatu fungsi pada titik tertentu menjelaskan sifat-sifat fungsi yang mendekati nilai input. Untuk fungsi yang bernilai real dengan variabel real tunggal, turunan pada sebuah titik sama dengan kemiringan dari garis singgung grafik fungsi pada titik tersebut. Secara umum, turunan suatu fungsi pada sebuah titik menentukan pendekatan linear terbaik fungsi pada titik tersebut.
Turunan mempunyai aplikasi dalam semua bidang kuantitatif. Di fisika, turunan dari perpindahan benda terhadap waktu adalah kecepatan benda, dan turunan dari kecepatan terhadap waktu adalah percepatan. Hukum gerak kedua Newton menyatakan bahwa turunan dari momentum suatu benda sama dengan gaya yang diberikan kepada benda.
Analisis Sensitivitas dalam Pemrograman Linear
Pemrograman Linear
Pemrograman Linier disingkat PL merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. PL banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-lain. PL berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linier dengan beberapa kendala linier.
Selasa, 04 Oktober 2011
Pengantar Proses Stokastik
Proses Birth and Death (B & D)
Suatu proses stokastik yang “menghitung” jumlah event yang terjadi hingga suatu saat tertentu dinyatakan dengan {N(t), t≥0} yang memiliki sifat-sifat berikut ini:
Suatu proses stokastik yang “menghitung” jumlah event yang terjadi hingga suatu saat tertentu dinyatakan dengan {N(t), t≥0} yang memiliki sifat-sifat berikut ini:
Ø N(0) = 0 (proses dimulai dari 0)
Ø N(t) ≥ 0 (hanya berharga bulat non negatif)
Ø N(s) ≤ N(t) untuk setiap s ≤ t (penghitungan tidak akan pernah berkurang)
Ø N(t) - N(s) adalah jumlah event yang terjadi dalam interval (s,t]
Pada model-model penghitungan di atas, suatu variabel acak N(t) menyatakan jumlah event/ kejadian. Jika event itu berupa objek-objek tertentu maka B(t) menunjukkan jumlah populasi dari objek.
Dalam model tersebut akan terdapat masalah “kemunculan” (birth) dan “kehilangan” (death) sehingga jumlah populasi objek bisa bertambah atau berkurang hingga 0.
Dalam model tersebut akan terdapat masalah “kemunculan” (birth) dan “kehilangan” (death) sehingga jumlah populasi objek bisa bertambah atau berkurang hingga 0.
Teori Graf
Pengantar Teori Graf
Teori graf mulai dikenal pada saat seorang matematikawan bangsa Swiss, bernama Leonhard Euler yang berhasil mengungkapkan Misteri Jembatan Konigsberg pada tahun 1736. Di Kota Konigsberg (sekarang bernama Kalilingrad, di Uni Soviet) mengalir sebuah sungai bernama sungai Pregel. Di tengah sungai tersebut terdapat dua buah pulau. Dari kedua pulau tersebut terdapat jembatan yang menghubungi ke tepian sungai dan di antara kedua pulau.
Langganan:
Postingan (Atom)